Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
.

Tips Redakan Nyeri Kontraksi Saat Melahirkan

Written By RUZH on Monday, August 15, 2011 | 9:56 PM

Menjelang persalinan, calon ibu akan merasakan kontraksi yang muncul teratur. Awalnya, kontraksi terjadi sebentar, selanjutnya makin lama dan kuat. Kontraksi yang dialami pun simetris pada kedua sisi perut. Ibu perlu mencatat waktunya. Hitung lama waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, serta lamanya kontraksi berlangsung.

Bila kontraksi sudah setiap lima menit sekali atau terasa sangat sakit, sebaiknya ke rumah sakit, mungkin sudah waktunya melahirkan. Akan tetapi bila belum, untuk menangani rasa tidak nyaman ini ada beberapa tip:

1. Berendam air hangat.
Kegiatan ini cukup efektif mengurangi nyeri. Air hangat dapat mengurangi tekanan dan rasa sakit, serta melunakkan dan menenangkan otot-otot. Bila tak ada bathtub, bisa juga menggunakan shower dengan cara menyiram lembut bagian perut.

2. Bernyanyi atau bersuara.
Saat terasa sakit lantaran kontraksi, umumnya calon ibu merintih. Untuk menangani rasa tak nyaman ini, cobalah mengeluarkan suara-suara yang dalam dan rendah sehingga dapat bernafas lebih dalam dan terasa rileks. Bisa juga dengan menyanyi berulang-ulang demi mengalihkan pikiran dan meredakan nyeri.

3. Pijat ringan.
Posisi calon ibu duduk sambil memeluk bantal atau menghadap sandaran kursi, sementara calon ayah memijat punggung dan pinggul. Untuk memijat bagian punggung bawah dan tulang belakang bisa menggunakan bola tenis dengan gerakan memutar. Pijat secara perlahan dan ringan, hindari tekanan berlebihan.

4. Melakukan afirmasi.
Rasa sakit sekaligus takut menjelang persalinan adalah lumrah. Untuk menguranginya, calon ibu dapat mengucapkan kalimat-kalimat afirmasi, semisal, rasa nyeri itu akan berangsur hilang atau melahirkan itu proses yang lancar dan mudah, serta sebagainya.

5. Dukungan keluarga.
Utamanya dari suami. Suami dapat membantu meringankan ketidaknyamanan yang dirasakan istrinya saat kontraksi. Antara lain dengan memijat punggung dan pinggul istri, membawakannya minuman, dan sebagainya. (Nakita/Hilman)

0 komentar:

Post a Comment